URGENSI MENDONGENG DALAM MEMBANGUN BUDAYA MEMBACA PADA ANAK

  • Syaifur Rohman Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Mubarok
Keywords: Mendongeng, budaya Literasi dan al-Qhishah, al-Qur’an

Abstract

Anak merupakan aset paling berharga dalam kehidupan manusia, bahkan negara, bangsa dan agama yang harus dijaga, dibimbing, dan arahkan sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemberian role mode bagi anak sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah memberikan informasi sebanyak mungkin bagi anak sehingga dapat dijadikan pondasi bagi anak di masa depan, karena itulah kunci keberhasilan dalam tahap pendidikan anak adalah bagaimana memberikan informasi sebanyak mungkin kepada anak salah satunya adalah dengan teknik bercerita (mendongeng). Teknik ini sangat erat dengan kebudayaan di Indonesia, bagaimana sejarah di Indonesia disampaikan dengan jalan tutur kata dari orang dewasa ke anak-anak mereka. Untuk itu perlu dilakukan revitalisasi teknik mendongeng dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Bukan hanya sebagai sarana pembentukan kepribadian yang luhur, mendongeng merupakan salah satu cara untuk mewariskan budaya literasi pada anak-anak. Mengingat rendahnya budaya literasi di Indonesia maka dibutuhkan terobosan yang solutif yakni dengan menggali kembali khazanah kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat. Artikel ini didasarkan pada analisis terhadap ayat-ayat al-Qur’an tentang teknik berkisah yang bahkan dijadikan sebagai salah satu cara dalam al-Qur’an guna memberikan pelajaran bagi umat manusia.

Al-Qur’an memberikan isyarat tentang pentingnya aspek pendengaran dalam proses pendidikan melalui teknik qishah sekaligus menandakan pentingnya pemberian informasi melalui cara memberikan berita-berita yang disampaikan kepada manusia, karena indera pendengaran adalah indera pertama yang aktif dalam tumbuh kembangnya manusia. Dengan dasar ini maka untuk menumbuhkan budaya membaca dalam diri seorang anak dapat memanfaatkan teknik berkisah atau mendongeng sehingga dalam diri anak secara bertahap terbentuk budaya literasi yang dapat digunakan sebagai pondasi ketika mereka dewasa.

References

Riana Mardina, Literasi Digital Bagi Generasi Digital Natives, Prosiding Conference Paper. May 2017. https://www.researchgate.net/publicati on/326972240
Mardalis, Metode penelitian: suatu pendekatan proposal, Bumi Aksara: Bandung, 1995
Ayuhan, Konsep Pendidikan Anak Sholeh dalam perspektif Islam, (Yogyakarta: Deeppublis, Group Penerbitan CV Budi Utama)
I Made Ngurah Suragangga, Mendidik Lewat Literasi untuk Pendidikan yang Berkualitas
Rahib al-Ashfahani, Beirut : Darr Al-Fikr, tt.
Lina Marita Zonna, Penggunaan Buku Cerita bergambar dalam menumbuhkan Kemampuan Membaca Anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Tirtobinangun, Nganjuk. http://.Unesa.ac.id
Suci Rahmadani. 2015. Upaya meningkatkan kemampuan menceritakan kembali melalui metode mendongeng. Sekolah guru Indonesia. Gorontalo,
Patimah, P. (2015). Efektifitas Metode Pembelajaran Dongeng Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Pada Jenjang Usia Sekolah Dasar. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 2(2), 1–19. https://doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v
M. Galib Mattola, “naba’” dalam Sahabuddin et al (ed.), Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian Kosakata, Vol. 2 (Jakarta: Lentera Hati, 2007)
Abu Al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariyya, Mu’jam Maqayis fi al-Lughah (Cet. I; (Beirut: Dar al-Fikr, 1994)
Ilham Badu, Berita Terorisme Dalam Perspektif Media Cetak; Studi Kaus Koran Republika dan Koran Kompas
Fauzi Damrah, “Ifk” h. Dalam Sahabuddin et al (ed.), Ensiklopedia Al-Qur’an, Vol. 1
Mana’ al Qathtan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005)
Maragustam, Mencetak Pembelajar menjadi Insan Paripurna, Falsafah Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Nuha Litera)
Published
2022-06-02
How to Cite
Rohman, S. (2022). URGENSI MENDONGENG DALAM MEMBANGUN BUDAYA MEMBACA PADA ANAK. DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 31-44. Retrieved from http://ejournal.stit-almubarok.ac.id/index.php/DIMAR/article/view/75